Tampilkan postingan dengan label Audit Teknologi Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Audit Teknologi Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Januari 2018

Solusi Audit Sistem Informasi Tentang Pembobolan Uang Pada E-Banking

Tidak ada komentar :
Bagi kalian yang menjadi pengguna e-banking, yang ketika bertransaksi selalu menggunakan media jaringan internet misal internet banking ataupun mobile banking. Mungkin tips aman yang saya berikan dibawah ini dapat menjadi refrensi demi menjaga agar rekening tidak bocor oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
1. Mengubah Pasword Secara Berkala
Mengubah pasword akun menjadi suatu keharusan yang harus kalian lakukan, karena dengan rajinnya kalian mengubah maka akan makin sulitnya pihak penjahat untuk membobolnya. Dalam pemilihan password juga sangat berpengaruh terhadap keamanan akun Anda. Pilihlah password yang rumit dengan memadukan berbagai jenis karakter, namun Anda tetap bisa mengingatnya. Hindari memilih password dengan nama atau angka yang familiar. Misalnya, nama istri, nama suami, nama anak, atau juga tanggal lahir dari masing-masing keluarga. Password semacam itu akan sangat mudah sekali dilacak dan dibobol.
2. Perhatikan Akses Wifi
WiFi
Hati-hati masalah koneksi wifi, jangan karena ada jaringan wifi tanpa password kemudian kita dengan senangnya mengkoneksikan gadget kita ke wifi tersebut. Jika hal tersebut dilakukan, maka akan sangat rentan sekali gadget kita di monitoring oleh si empunya jaringan wifi tersebut. Soooo hindari akses jaringan wifi yang kita tidak ketahui pemiliknya siapa.
3. Perhatikan Phising Alert
Phising ini biasa dilakukan lewat email, kalian pasti sering mendapatkan email-email tidak jelas asal usulnya yang tahu-tahu masuk ke inbox email kita. Dari dengan subject pinjaman hingga yang frontal langsung mengirimkan link phising. Kita harus mewaspadai hal tersebut, jangan coba-coba buka link tersebut karena akan membahayakan diri kita sendiri nantinya. Ketika saya mendapatkan email tersebut sih pasti langsung delete tanpa babibu lagi.
phishing-email-signs
Kejahatan dengan modus phising sudah jamak terjadi di dunia maya. Cara ini juga termasuk sering digunakan oleh pencuri untuk membobol akun internet banking seseorang. Yang sering terjadi adalah pelaku mengirimkan email kepada kita dengan membuat email itu sedemikian rupa sehingga email terlihat sangat otentik. Kemudian mereka akan meminta data diri Anda lengkap dengan nomor rekening bank beserta passwordnya.
4. Lindungi Perangkat Dengan Antivirus
Salah satu cara yang digunakan oleh pembobol adalah dengan mengirimkan virus ke komputer pengguna internet banking. Baik yang menggunakan laptop, komputer maupun smartphone. Jadi, dengan rajin melakukan update antivirus pada perangkat Anda akan meminimalisir kemungkinan terjadinya kejahatan di internet. Salah satu antivirus yang menjadi andalan saya sih selama ini kaspersky (bukan promosi loh) tapi memang terbukti hingga sekarang laptop saya jauh dari kata aneh-aneh hehe
5. Perhatikan Web
https
Pastikan ketika kita mengakses internet banking itu melalui halaman resminya dan jaringannya sudah HTTPS, biasanya sih tanda HTTPS itu gembok di url yang kita kunjungi yang letaknya di sebelah kiri url. Karena jika sudah HTTPS maka sertifikat keamanannya biasanya sih sudah terjamin apalagi yang kita akses adalah dari web resminya.
6. Bertransaksi Dengan Laptop atau Gadget Milik Pribadi
Alangkah bagusnya jika ketika kita melakukan transaksi itu menggunakan gadget milik pribadi, selain akan pasti aman dan juga pasti terjamin. Karena jika kita meminjam milik teman takutnya saja nanti lupa kita close atau logout yang justru sangat membahayakan pertemanan itu sendiri (kalo akun di otak-atik).
7. Jangan Kasih Tahu PIN dan Password Akun Kesiapapun
Sesuai dengan judul yang jangan kasih tahu kesiapapun, meskipun ke keluarga terdekat sekali pun.
8. Jangan Catat PIN dan Password Akun Disembarang Media
Ini adalah hal sangat riskan, karena masih banyak ditemui para orangtua itu seringkali mencatat PIN dan Password Akun mereka dalam selembar kertas dan ada juga yang menyimpan di gadget mereka dengan tipe note, sukur kalo di password, kalo dibiarkan bebas akses yang akan sangat bahaya.
Mungkin itu saja tips untuk menghindari dibobolnya atau terbobolnya akun Internet Banking ataupun Mobile Banking kita. Semoga kita terhindar dari malapetaka tersebut.
Read More

Solusi Audit Sistem Informasi Tentang Pembobolan Uang Pada Uang Virtual

Tidak ada komentar :
Makin hari teknologi makin canggih, semua yang bersifat tradisional seolah akan tergantikan dengan era modern. Seperti halnya uang, yang dulu kita hanya kenal adanya uang kertas dan juga koin maka lain hal dengan jaman now. Kita sudah dikenali dengan namanya Uang Virtual A.K.A e-money Yap e-moeny sudah marak di Indonesia sekarang ini mulai dari adanya mandiri e-money, e-toll, brizzi, flazz dan banyak lainnya. Yang kegunaannya bisa untuk pembayaran tol, belanja, Commuter Line, Transjakarta juga bisa. Bahkan telokmsel mempunyai t-cash dan tokopedia pun mempunyai namanya tokocash. Hebat bukan jaman now ini, semua serba virtual dengan cara top up dan cukup 1 kartu bisa untuk semua aktifitas. Dibalik hebatnya e-moeney tersebut ada sisi negatif yang dipunya, yaitu maraknya penyalahgunaan ketika melakukan transaksi. Bahkan uang virtual sekarang sudah makin meluas dengan adanya bitcoin.
1. Melek Teknologi dan Informasi
Hal yang paling aman dan tepat untuk mengantisipasi berbagai modus kejahatan perbankan tentu saja dengan mengetahui berbagai perkembangan dan juga fitur yang terdapat di dalam layanan perbankan tersebut, terutama untuk yang terbaru dan paling canggih. Sehingga kita tidak mudah tertipu dengan perkembangan fiture yang tersedia.
2. Jangan Mudah Tergoda
Biasanya pelaku kejahatan akan merayu dengan iming-iming uang dan hadiah yang akan membuat korban tergiur. Pastikan anda langsung menanyakan kepada call center bank yang disediakan dari pihak bank.
3. Hati – Hati E-Money Ditukar
1502836673-uag
Uang Virtual yang sejatinya hanya sebuah kartu selebar ATM dan cetakannya yang sama tanpa adanya identitas pemilik akan sangat rentan tertukar, jadi jagalah E-Money kalian masing-masing.
4. Jika Bermain Cryotocurrency
usebitcoin-4096x2253
Sebuah teknologi membuat mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan. Nilai harga dari cryptocurrency sebagian besar ditentukan oleh kekuatan buy and sell dari para pengguna teknologi ini.
Jika kalian ikut invest bitcoin, satu – satunya cara mengamankannya yaitu dengan password dan double otentikasi. Karena Maraknya Bitcoin akhir – akhir ini akan membuat para penjahat cyber beraksi untuk meningkatkan saldo mereka secara ilegal. Dan jangan lupa terus awasi akun kalian agar dapat termonitor dengan aman.
Read More

Solusi Audit Sistem Informasi Tentang Pembobolan Uang Pada Mesin ATM

Tidak ada komentar :
Ada beberapa tips dan solusi untuk menghindari risiko terjadinya pembobolan kartu ATM yang marak terjadi. Untuk lebih jelas dapat disimak dibawah ini:
1. Gunakanlah mesin ATM di bank dan tutup kode pin Anda
Mesin ATM yang jauh dari lampu terang dan kamera dari cabang bank memiliki risiko lebih tinggi terjadinya pembobolan. Sebab itu, gunakanlah mesin ATM yang ada di dekat kantor cabang bank.
3146405_20140603065741
Selain itu, jika Anda memasukkan kode pin, pastikan Anda menggunakan tangan untuk menutupi ketikan. Melalui cara ini, kamera apapun tidak akan mampu mendapatkan kode pin Anda.
2. Ganti PIN Secara Berkala
3146405_20140603065755
Saat ini kebanyakan bank memberikan PIN enam digit sebagai standar. Namun Anda harus mengganti PIN tersebut dengan angka yang mudah diingat. Ganti PIN sedikitnya dua bulan sekali agar terhindar dari pembobolan dan jangan memberitahukan nomor tersebut kepada orang lain.
3. Cari Lokasi ATM yang Aman
3146405_20140603065812
ATM yang paling aman adalah yang berdekatan dengan kantor bank pemiliknya. Namun jika terpaksa mengambil uang atau mengirim dana di ATM umum, upayakan perlindungan pribadi dengan maksimal. Lebih baik masuk ATM centre di mall atau di pom bensin yang ramai agar mudah mencari pertolongan jika terjadi sesuatu.
4. Hati-hati Dengan Mesin Pembaca Kartu Debit
3146405_20140603065834
Mungkin ada merchant atau toko yang jahil dan menyadap data nasabah bank melalui mesin electronic data capture (EDC) kartu debit atau kredit. Jika Anda melihat alat tertentu yang mencurigakan menempel di mesin EDC satu merchant, lebih baik batalkan transaksi atau ambil uang tunai di ATM terlebih dulu.
5. Pencet Keyboard Secara Acak Seusai Bertransaksi
3146405_20140603065854
Setelah Selesai Bertransaksi, Biasakan Memencet Secara Acak Tombol Angka di Mesin ATM. Salah satu modus skimming yang paling canggih adalah melacak sidik jari dan gerak jari seseorang saat bertransaksi di ATM. Dengan teknologi itu, si pencuri bisa mengetahui nomor PIN orang lain yang baru saja bertransaksi di ATM. Kita bisa menghapus jejak jari seusai transaksi dengan cara memencet acak tombol ATM.
6. Blokir ATM Jika Hilang atau Gagal Bertransaksi Dengan Cara yang Janggal
3146405_20140603065916
Ini adalah cara perlindungan paling akhir dan sangat mendesak. Jangan takut untuk mengurus kembali ATM dan rekening Anda karena saat ini semua bank siap memberikan kemudahan.
7. Atur alarm peringatan dengan bank Anda
Sebagian besar bank memberikan fasilitas untuk dapat mengatur alarm peringatan, misal lewat pesan singkat (SMS). Jadi, jika ada transaksi dengan nominal yang mencurigakan, Anda akan mendapatkan pesan peringatan lewat ponsel.
8. Jangan terlalu sering mengakses akun bank Anda
Semakin sering Anda mengakses akun bank, maka semakin besar kesempatan pembobol mencuri uang Anda. Sejatinya, Anda dapat menggunakan ragam lain untuk menggunakan, seperti kartu kredit. Debet otomatis dapat diambil dari akun Anda, jika seseorang mengetahui nomor routing dan nomor rekening Anda. Kemudian mereka bisa hack akun online banking Anda.
Anda juga bisa memilih untuk menyisakan sedikit uang di rekening, kemudian memindahkannya ke rekening tabungan online yang tidak memiliki kartu ATM. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko kemungkinan pembobolan dan mendapatkan tingkat bunga yang lebih tinggi.
9. Daftarlah untuk dua jenis otentikasi
otentikasi-2-faktor
Sejumlah bank memberikan Anda kesempatan untuk mendaftarkan dua jenis ontentikasi. Itu berarti username dan password Anda tidak cukup untuk masuk ke akun bank. Anda harus memiliki pesan teks yang dikirim ke ponsel, atau email yang dikirim ke akun Anda. Biasanya perbankan memberikan sejumlah pilihan untuk menggunakan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
10. Pertimbangkan kartu kredit untuk pembelian sehari-hari
Kartu kredit memang berbahaya dan kerap menjadi godaan untuk menghabiskan uang lebih banyak dan menjadi utang. Namun, jika Anda bisa disiplin dan bertanggung jawab, kartu kredit bisa menjadi alat yang bagus. Dengan begitu, Anda bisa menjaga sedikit uang di rekening (tabungan).
11. Lindungi kode 3 angka (CVV2) di belakang kartu Anda
cvv3
Kecuali untuk otorisasi transaksi online, kode itu tidak akan pernah digunakan untuk transaksi konvensional di mesin ATM, atau di counter EDC merchant. Tutup 3 angka di belakang kartu itu dengan sticker, selotip apa saja yang tidak transparan.
Daftar Pustaka
  1. https://ekbis.sindonews.com/read/1004227/39/lima-cara-menghindari-pembobolan-kartu-atm-1432290508
  2. https://www.kaskus.co.id/thread/5374e3fe8b07e7e61a8b45a2/tips-cara-untuk-mencegah-pembobolan-atm/

Read More

Selasa, 26 Desember 2017

Dampak Audit Sistem Informasi Bagi Perusahaan Atau Organisasi

Tidak ada komentar :




Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :


1. Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang

Kehilangan data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi terganggu.

2. Pengambilan keputusan yang tidak sesuai
Membuat keputusan yang berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan di suatu organisasi.

3. Penyalahgunaan komputer
Penyalahgunaan komputer memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.

4. Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
Disamping data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang komputer yang profesional.

5. Biaya yang tinggi untuk kerusakan komputer
Saat ini pemakaian komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk penjara karena kesalahan data di komputer.

6. Kerahasiaan
Banyak data tentang diri pribadi yang saat ini dapat diperoleh dengan cepat, dengan adanya komputerisasi kependudukan maka data mengenai seseorang dapat segera diketahui termasuk hal – hal pribadi.

7. Pengontrolan penggunaan komputer
Teknologi adalah hal yang alami, tidak ada teknologi yang baik atau buruk. Pengguna teknologi tersebut yang dapat menentukan apakah teknologi itu akan menjadi baik atau malah menimbulkan gangguan. Banyak keputusan yang harus diambil untuk mengetahui apakah komputer digunakan untuk suatu hal yang baik atau buruk.

Menurut Weber (1999) terdapat empat tujuan utama mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu:
    (1) Mengamankan asset
    Asset (aktiva) yang berhubungan dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang sangat penting.
    (2) Menjaga integritas data
    Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung dengan data yang benar.
    (3) Menjaga efektivitas sistem
    Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
    (4) Mencapai efisiensi sumber daya
    Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.
Dari alasan dan tujuan tersebut sangat jelas bahwa penting bagi sebuah organisasi untuk melakukan audit sistem informasi guna melihat kembali apakah sistem yang berjalansudah tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Terlihat mudah namun percaya atau tidak penulis menemukan masih banyak organisasi yang belum dengan secara konsisten melakukan audit serta evaluasi terhadap sistem yang digunakan meskipun secara sadar bahwa investasi yang ditanamkan tidak dalam jumlah yang kecil, namun ironisnya yang justru terjadi adalah audit dan evaluasi baru mulai secara rutin dilakukan setelah organisasi merasakan resiko dan baru mulai mencari tahu penyebabnya.

Referensi
- BINUS. Pentingnya Audit. Diakses dari: https://sis.binus.ac.id/2015/06/24/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi-organisasi/.[Diakses pada: 24 Desember 2017]
Read More

Jenis-jenis Audit EDP

Tidak ada komentar :


Berdasarkan luasnya penggunaan computer dan data yang dihasilkannya Audit EDP diklasifikasikan menjadi 4 jenis, antara lain :

1. Audit disekitar Komputer

Jenis audit ini dilakukan oleh auditor terhadap hardcopy yang dihasilkan computer. Sedangkan komputernya sendiri tidak disentuh.

2. Audit dengan computer

Jenis audit ini ditinjau dari auditor yang menggunakan bantuan computer dalam melakukan audit. Karena itu, organisasi yang di audit mungkin belum menggunakan computer tetapi auditor dalam melakukan audit dibantu oleh computer, yaitu ketika menyusun kertas kerja pemeriksaan dan laporan hasil audit.

3. Audit melalui computer

Jenis audit yang dilakukan terhadap organisasi yang telah menggunakan computer dalam memproses informasinya, baik secara sempit dan sederhana maupun secara luas dan canggih.

4. Teknik Audit Berbasis Komputer (Computer Assisted Audit Techniques)

Merupakan jenis audit yang dilakukan dengan bantuan software computer baik yang dibuat sendiri ataupun program paket yang disebut dengan GAS (General Auidt Software).


Referensi
- Kupasti. Jenis Audit EDP. Diakses dari: https://kupasti.wordpress.com/2017/11/24/jenis-jenis-audit-edp/.[Diakses pada: 24 Desember 2017]
Read More

Resiko Yang Mengakibatkan Prosedur Audit Yang Gagal

Tidak ada komentar :


Dari rumusan model risiko audit ada 4 (empat) jenis risiko audit. Masing-masing jenis risiko audit tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Planned Detection Risk (Risiko Penemuan yang Direncanakan)

Adalah risiko bahwa bukti yang dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan kekeliruan yang melampaui jumlah yang dapat ditolerir. Jika kekeliruan semacam itu timbul. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan:

a. PDR tergantung pada tiga unsur risiko lainnya dalam model. Jadi risiko penemuan yang direncanakan hanya akan berubah jika auditor mengubah salah satu unsur lainnya.

b. PDR menentukan besarnya bukti yang akan dikumpulkan. Hubungan antara PDR dengan bukti berbanding terbalik. Jika nilai risiko penemuan yang direncanakan diperkecil, berarti jumlah bukti yang harus dikumpulkan auditor dalam audit lebih banyak.

2. Acceptable Audit Risk (Risiko Audit yang dapat diterima)

Adalah ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangn mengandung salah saji material tanpa pengecualian telah diberikan. Risiko ini ditetapkan secara subyektif bahwa auditor bersedia menerima laporan keuangan tidak disajikan secara wajar setelah audit selesai dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah diberikan. Kalau auditor menetapkan tingkat risiko audit yang dapat diterima rendah, berarti ia ingin lebih memastikan bahwa tidak ada kekeliruan yang material dalam laporan keuangan. Tingkat risiko nol berarti kepastian penuh bahwa laporan keuangan tidak mengandung kekeliruan yang materia dan tingkat risiko ini 100% berarti auditor sangat tidak yakin kalau laporan keuangan tidak mengandung salah saji atau kekeliruan yang material.

3. Inherent Risk (Risiko Bawaan atau Risiko Melekat)

Adalah penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi, sebelum memperhitungkan faktor efektivitas pengendalian intern. Risiko bawaan menunjukkan faktor kerentanan laporan keuangan terhadap kekeliruan yang material dengan asumsi tidak ada pengendalian intern. Bila auditor berkesimpulan bahwa akan banyak kemungkinan terjadi kekeliruan tanpa pengendalian intern, berarti risiko bawaannya tinggi. Faktor pengendalian intern tidak diperhitungkan dalam menetapkan inherent risk (risiko bawaan) karena dalam model risiko audit hal itu akan diperhitungkan tersendiri sebagai risiko pengendalian. Hubungan antara risiko bawaan (inherent risk) dengan risiko penemuan (planned detection risk) serta rencana pengumpulan bukti adalah bahwa inherent risk sifatnya berbanding terbalik dengan planned detection risk rendah, maka planned detection risk tinggi dan bukti yang harus dikumpulkan pun sedikit.

4. Control Risk (Risiko Pengendalian)

Adalah ukuran penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi yang tidak terdeteksi atau tercegah oleh struktur pengendalian intern klien.


Referensi
- Ccaccounting. Jenis Resiko Audit. Diakses dari: https://ccaccounting.wordpress.com/2013/11/04/jenis-jenis-risiko-audit/.[Diakses pada: 24 Desember 2017]
Read More

Rabu, 25 Oktober 2017

Pengendalian Jaringan Komputer

Tidak ada komentar :


Keamanan jaringan adalah proses untuk melindungi sistem dalam jaringan dengan mencegah dan mendeteksi penggunaan yang tidak berhak dalam jaringan.

Pada jaringan komputer, setidaknya ada 2 hal yang harus dijaga dan dikendalikan;


1. Network Performance (Performa Jaringan)

Performa jaringan di sini dapat dilihat melalui trafik data. Untuk menjaganya, pada jaringan hendaknya memiliki perangkat keras jaringan (switch managable dan/atau router) yang dapat mengontrol dan membagi akses jaringan, baik LAN (Local Area Network) maupun (Wide Area Network). Departemen IT harus punya cetak biru (blueprint) topologi jaringan yang ada pada gedung atau organisasi secara keseluruhan. Terlebih bila organisasi tersebut memiliki sistem terdistribusi dengan multi server dan multi storage. Dalam hal ini aplikasi monitoring jaringan sangat dibutuhkan.

2. Network Security (Keamanan Jaringan)

Bila berbicara tentang keamanan jaringan komputer, berarti jaringan tersebut haruslah aman dari berbagai ancaman komputer, baik yang disengaja maupun yang tak disengaja. Kejahatan tersebut antara lain: Interuption, Interception, Modification, dan Fabrication. Penerapan sistem keamanan jaringan komputer sangat diperlukan. Umumnya bisa dengan instalasi antivirus pada server jaringan maupun komputer klien, pengaktifan firewall bawaan perangkat jaringan, maupun tambahan.


Referensi
- Siska, Anggraeni. Audit Jaringan Komputer . Diakses dari: http://anggraeni66.blogspot.co.id/2015/10/audit-jaringan-komputer.html.[Diakses pada: 07 November 2017]
Read More

Pengendalian Perangkat Lunak

Tidak ada komentar :


Perangkat lunak adalah intruksi - intruksi atau program yang digunakan untuk mengendalikan, mengontrol atau mengoperasikan sistem komputer dan peralatannya sehingga dapat menjalankan tugas sesuai perintah. Perangkat lunak merupakan software yang berfungsi melakukan operasi yang mengurusi tentang segala aktifitas komputer seperti mendukung operasi sistem aplikasi dan mengendalikan semua perangkat komputer agar dapat berjalan selaras dengan fungsinya. Tujuan dari sistem operasi adalah; 

- Melaksanakan program pengguna dan memudahkan dalam menyelesaikan masalahnya.
- Membuat sistem komputer menjadi mudah untuk digunakan.
- Menjadikan pengguna hardware komputer menjadi lebih efisien. 
Read More

Pengendalian Perangkat Keras

Tidak ada komentar :


Pengendalian perangkat keras dilakukan dengan tujuan secara khusus untuk memperkuat keandalan sistem komputer serta secara umum untuk meningkatkan kadar pengendalian sistem secara menyeluruh. Pengendalian ini pada umumnya sudah merupakan bentuk pengendalian melekat yang sudah dirancang sebelumnya oleh produsen perangkat keras komputer itu sendiri.

Pengendalian perangkat keras( hardware control) merupakan pengendalian yang sudah dipasang didalam komputer itu (built in) oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian ini dimaksudkan untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya perangkat keras. Pengendalian perangkat keras dapat berupa pemeriksaan pariti (parity check), pemeriksaan gaung (echo check), pemeriksaan baca setelah rekam (read after write check), pemeriksaan baca ulang (dual read check), pemeriksaan validitas(validity check) dan pemeriksaan kesalahan lain-lain( miscellaneous errors check).


Read More

Pengendalian User atau Pengguna TI

Tidak ada komentar :


User adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.

User juga merupakan salah satu sumber daya pelaksana sistem, yakni braiware – merupakan komponen penting dalam mewujudkan tujuan organisasi. User yang memiliki kompetensi tambahan dalam penggunaan perangkat TI cenderung mudah dalam implementasi tata kelola TI yang baik.


Keterampilan user yang dibutuhkan sebuah organisasi tergantung pada bisnis utama organisasi tersebut. Namun pada tata kelola TI, keterampilan umum dalam TIK haruslah dimiliki oleh user atau karyawannya. Misal, pada bidang kesehatan, meski sebagai perawat yang tugas utamanya membantu dokter dalam merawat pasien sekalipun dituntut untuk memiliki keahlian mengoperasikan komputer secara umum, karena aktivitas pencatatan kegiatan pelayanan terhadap pasien pun saat ini menggunakan aplikasi SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit) yang tertanam pada tiap komputer di rumah sakit atau instansi kesehatan lain. Dan saat ini keterampilan umum TIK sudah menjadi mata pelajaran yang harus dipelajari di bangku sekolah dasar.


Read More

Selasa, 10 Oktober 2017

Teknologi Untuk Audit Sistem Informasi

Tidak ada komentar :


Teknologi Informasi dapat membantu membuat keputusan pada tingkatan manajerial, akan tetapi penerapan Teknologi Informasi membutuhkan biaya yang cukup besar dengan resiko kegagalan yang tidak kecil. Untuk membuat penerapan Teknologi Informasi di dalam perusahaan dapat digunakan secara maksimal, maka dibutuhkan pemahaman yang tepat mengenai konsep dasar dari sistem yang berlaku, teknologi yang dimanfaatkan, aplikasi yang digunakan dan pengelolaan serta pengembangan sistem yang dilakukan pada perusahaan tersebut.

COBIT merupakan a set of best practice (framework) bagi pengelolaan teknologi informasi (IT management) yang secara lengkap terdiri dari: executive summary, framework, control objectives, audit guidelines, implementation tool set serta management guidelines yang sangat berguna untuk proses sistem informasi strategis.

Control Objectives for Information and related Technology (COBIT) berguna bagi IT users dalam memperoleh keyakinan atas kehandalan sistem aplikasi yang dipergunakan. Sedangkan para manajer memperoleh manfaat dalam keputusan saat menyusun strategic IT plan, menentukan information architecture, dan keputusan atas procurement (pengadaan/pembelian) inventaris organisasi.

Implementasi COBIT dipercaya dapat membantu perusahaan dalam hal meningkatkan pendekatan/program audit, mendukung audit kerja dengan arahan audit secara rinci, memberikan petunjuk untuk IT governance, sebagai penilaian benchmark untuk kendali IS/IT, meningkatkan control IS/IT, dan sebagai standarisasi pendekatan/program audit.


Referensi
- PROXSISGROUP. (2016) Teknologi Audit (COBIT) . Diakses dari: https://www.proxsisgroup.com/articles/pentingnya-implementasi-cobit-bagi-perusahaan/.[Diakses pada: 07 Oktober 2017]
Read More

Tujuan Dari Audit SI yang Berfokus Pada Tata Kelolanya

Tidak ada komentar :


Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :

1. Pencegahan terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang

Kehilangan data dapat terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer. Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data, sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak, adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi terganggu.


2. Pengambilan keputusan yang tidak sesuai

Membuat keputusan yang berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan di suatu organisasi.


3. Penyalahgunaan komputer

Penyalahgunaan komputer memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.


4. Nilai dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel

Disamping data, hardware dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang komputer yang profesional.


5. Biaya yang tinggi untuk kerusakan komputer

Saat ini pemakaian komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk penjara karena kesalahan data di komputer.


6. Kerahasiaan

Banyak data tentang diri pribadi yang saat ini dapat diperoleh dengan cepat, dengan adanya komputerisasi kependudukan maka data mengenai seseorang dapat segera diketahui termasuk hal – hal pribadi.


7. Pengontrolan penggunaan komputer

Teknologi adalah hal yang alami, tidak ada teknologi yang baik atau buruk. Pengguna teknologi tersebut yang dapat menentukan apakah teknologi itu akan menjadi baik atau malah menimbulkan gangguan. Banyak keputusan yang harus diambil untuk mengetahui apakah komputer digunakan untuk suatu hal yang baik atau buruk.


Referensi
- Binus University. (2016) Tujuan Audit Sistem Informasi . Diakses dari: https://sis.binus.ac.id/2015/06/24/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi-organisasi/.[Diakses pada: 07 Oktober 2017]
Read More

Sedikit Tentang Audit Sistem Informasi

Tidak ada komentar :


Audit merupakan sebuah kegiatan yang melakukan pemeriksaan untuk menilai dan mengevaluasi sebuah aktivitas atau objek seperti implementasi pengendalian internal pada sistem informasi akuntansi yang pekerjaannya ditentukan oleh manajemen atau proses fungsi akuntansi yang membutuhkan kemajuan. Proses auditing telah menjadi sangat rapi di Amerika Serikat, khususnya pada bidang profesional accounting association. Akan tetapi, baik profesi audit internal maupun eksternal harus secara terus menerus bekerja keras untuk meningkatkan dan memperluas teknik, karena profesi tersebut akan menjadi tidak mampu untuk mengatasi perkembangan dalam teknologi informasi dan adanya tuntutan yang semakin meningkat oleh para pemakai informasi.

Meskipun berbagai macam tipe audit dilaksanakan, sebagian besar audit menekankan pada sistem infromasi akuntansi dalam suatu organisasi dan pencatatan keuangan dan pelaksanaan operasi organisasi yang efektif dan efisien.

Secara garis besar perlunya pelaksanaan audit dalam sebuah perusahaan yang telah mempunyai keahlian dalam bidang teknologi informasi yaitu antara lain: Kerugian akibat kehilangan data, kerugian akibat kesalahan pemrosesan komputer, pengambilan keputusan yang salah akibat informasi yang salah, kerugian karena penyalahgunaan komputer (Computer Abused), Nilai hardware, software dan personil sistem informasi, dan terakhir pemeliharaan kerahasiaan informasi.

Tujuan audit sistem informasi dapat dikelompokkan ke dalam dua aspek utama, yaitu: Conformance(Kesesuaian)- pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian, yaitu: Confidentiality (kerahasiaan), Integrity (integritas), Availability (ketersediaan), dan compliance (kepatuhan). Berikutnya adalah Performance(Kinerja)- pada kelompok tujuan ini audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kinerja, yaitu : effectiveness (efektifitas), efficiency (efisiensi), reliability (kehandalan).
  

Terakhir, audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu opersional, compliance, pengembangan sistem, internal control, financial, dan kecurangan audit. Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:


1. Internal auditor adalah karyawan perusahaan, yang pada umumnya melaksanakan compliance, operasional, pengembangan sistem, pengawasan intern, dan kecurangan audit.
2. Eksternal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal auditor. Akan tetapi, auditor eksternal yang bertanggung jawan untuk menegaskan kewajaran laporan keuangan.
3. Government auditor melaksanakan pemenuhan audit atau menguji laporan perusahaan atas pengawasana yang menyangkut para pegawai pemerintahan. Sebagai contoh, pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank, auditor yang ditugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan audit daerah dan para pegawai pemerintah.
4. Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan dan bekerja secara tertutup dengan internal auditor dan pengacara. Fraud examminer misalnya : kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahaan besar akuntan publik, IRS, dan perusahaan asuransi.

Referensi
- Binus University. (2016) Definisi Audit Sistem Informasi . Diakses dari: http://scdc.binus.ac.id/isgbinus/2016/04/apa-itu-audit-sistem-informasi/.[Diakses pada: 07 Oktober 2017]
Read More