Tampilkan postingan dengan label Manajemen Layanan SI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Layanan SI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2016

Setelah Lulus Mau Ngapain??

Tidak ada komentar :

Setelah Lulus Mau Ngapain..?? ya mau sukses lahh.

Baiklah Singket Kate Konteq Cerite.. sebelum memulai ke pokok pembahasan yaitu sesuai judul postingan ini "Setelah Lulus Mau Ngapain??". Sebaiknya saya memperkenalkan dulu siapa diri ini dan kenapa bisa ada disini. Nama saya Ilham Yusron berasal dari sebuah dusun di Lombok tepatnya di Lombok Tengah yang sebentar lagi akan menjadi kota., Ini bener lho. Hoby saya bermain musik dan nonton orang main sepak bola. Saya juga suka Desain dan ngutak-atik foto orang. Alasan pertama saya ke jakarta adalah Kuliah sambil kerja dan bermusik., beraaat..!!. Tapi Emang gitu niat saya dari rumah, Kuliah Desain dan Kerjanya juga kalo bisa di bagian Desain Grafis, nah selanjutnya pengennya ngeluarin album alias bermusik karena di Jakarta ini pusatnya para label musik.


Tapi semuanya berubah ketika negara api menyerang., eeh kok jadi Avatar sihh.. ngacoo.. Maksudnya semuanya berubah ketika saya harus bekerja di sebuah Perusahaan IT yang bergerak di bidang pembuatan aplikasi dan website di Jakarta Timur. Dan yang empunya Perusahaan masih ada hubungan keluarga alias Om saya, jadi saya di bimbing untuk jadi calon programmer biar bisa kerja disitu. Itulah alasan saya terdampar dikampus ini karena sebagian temen-temen dikantor kuliah ditempat yang sama.

Seiring waktu berjalan waktu demi waktu hari demi hari telah terlewati dan akhirnya saya sudah bisa beradaptasi di sana, Bisa mengerjakan apa yang disuruh dari kantor. Dan sama seisi kantor juga sudah mulai akrab dengan saya., Alhamdulillah. Kuliah sambil kerja sudah tercapai, tapi untuk yang bermusik sampai sekarang sudah dua tahun di Jakarta belum tercapai., Sabaar..!! akan indah pada waktunya. Dan sampai saat ini saya masih bekerja ditempat yang sama.

Nah sekarang tiba pada intinya setelah lulus mau ngapain., sudah kepikiran sih. Pertama yaitu mau ngembangin perusahaan tempat saya bekerja sekarang, karena sampai sekarang belum maju-maju tuh perusahaan. Tapi mudah-mudahan seiring berjalannya waktu itu perusahaan udah jadi perusahaan besar. kan Lulus masih kira-kira dua tahun lagi. Terus yang kedua saya ingin membuat usaha yang tidak jauh-jauh dari musik seperti Studio Musik dan Recording. Bisa juga ntar merambat jadi produser.. assiieek. Nah sekarang yang terakhir, saya ingin mendirikan sebuah pabrik di kampung halaman entah itu pabrik apa kek yang penting keluarga bisa kerja disitu. karena itu PR saya yang paling utama. Bisa memberi pekerjaan ke orang-orang terdekat. Suatu saat nanti setelah salah satu dari yang tadi saya sebutkan itu terwujud, nah baru saya akan melanjutkan pendidkan S2 Insyaallah.. amiin. Baiklah sudah cukup kita bermimpi.. Wassalam..
Read More

Jumat, 22 April 2016

Total Quality Management (TQM)

Tidak ada komentar :

Total Management System atau disingkat dengan TQM adalah suatu sistem manajemen kualitas yang berfokus pada Pelanggan (Customer focused) dengan melibatkan semua level karyawan dalam melakukan peningkatan atau perbaikan yang berkesinambungan (secara terus-menerus). Total Quality Management atau TQM ini menggunakan strategi, data dan komunikasi yang efektif untuk meng-integrasikan kedisplinan kualitas ke dalam budaya dan kegiatan-kegiatan perusahaan. Singkatnya, Total Quality Management (TQM) adalah pendekatan manajemen untuk mencapai keberhasilan jangka panjang melalui Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction).


Dalam TQM (Total Quality Management), semua anggota organisasi atau karyawan perusahaan harus berpartisipasi aktif dalam melakukan peningkatan proses, produk, layanan serta budaya dimana mereka bekerja sehingga menghasilkan kualitas terbaik dalam Produk dan Layanan yang pada akhirnya dapat mencapai tujuan kepuasan pelanggan.

8 Elemen Pokok TQM (Total Quality Management)
Terdapat 8 Elemen Pokok dalam Sistem Manajemen TQM (Total Quality Management). Kedelapan elemen pokok tersebut diantaranya adalah :

Fokus pada Pelanggan (Customer Focussed)
Pelanggan merupakan pihak yang menentukan apakah kualitas produk maupun jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut memenuhi kebutuhan atau tingkatan kualitas yang diinginkannya. Apapun yang dilakukan oleh sebuah organisasi/perusahaan seperti pelatihan karyawan, perbaikan proses, penggunaan mesin canggih ataupun adopsi teknologi terbaru yang pada akhirnya Pelangganlah yang menentukan apakah upaya-upaya yang dilakukan tersebut bermanfaat atau tidak.

Keterlibatan Karyawan secara keseluruhan (Total Employee Involvement)
Karyawan merupakan sumber daya perusahaan yang penting dalam mencapai tujuan yang direncanakannya. Oleh karena itu, keterlibatan karyawan secara keseluruhan dapat mendukung perusahaan dalam melakukan peningkatan proses dan kualitas yang berkesinambungan yang kemudian menghasilkan produk dan layanan yang terbaik untuk pelanggannya. Dalam pemberdayaan karyawan, diperlukan pelatihan dan peningkatan terhadap keterampilan karyawan dalam mengerjakan tugasnya.

Pemusatan perhatian pada Proses (Process-centered)
Perhatian pada peningkatan proses merupakan pondasi dasar dalam sistem manajemen TQM. Proses merupakan serangkaian langkah-langkah yang dimulai dari penerimaan INPUT dari supplier (internal maupun eksternal) dan meng-transformasi-nya menjadi OUTPUT yang akan dikirimkan ke pelanggan (internal maupun Eksternal).

Sistem yang Terintegrasi (Integrated System)
Meskipun terdapat banyak keahlian dan ruang lingkup kerja dalam suatu perusahaan yang membentuk departementalisasi secara vertikal maupun horizontal. Semuanya memerlukan suatu sistem yang terintegrasi dengan baik agar visi, misi, strategi, kebijakan, tujuan dan sasaran perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik dan jelas kepada semua karyawan.

Pendekatan Strategi dan Sistematik (Strategy and Systematic Approach)
Salah satu bagian yang penting dalam Manajemen Kualitas adalah pendekatan Strategi dan Sistematik dalam mencapai Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan. Proses tersebut biasanya disebut dengan Perencanan Strategi ataupun Manajemen Strategi yang melakukan perumusan dan perencanaan strategi dalam mengintegrasikan konsep kualitas ke dalam Strategi Perusahaan secara keseluruhan.

Peningkatan yang berkesinambungan (Continual Improvement)
Peningkatan yang berkesinambungan mendorong perusahaan untuk melakukan analisis dan menciptakan cara-cara yang lebih bersaing dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan.

Keputusan berdasarkan Fakta (Fact-based decision making)
Untuk mengetahui sejauh mana kinerja suatu perusahaan, diperlukan data untuk mengukurnya. TQM mewajibkan perusahaan tesebut untuk mengumpulkan dan melakukan analisis data secara berkesinambungan agar keputusan ataupun kebijakan yang diambil benar-benar akurat dan tepat sasaran. Dengan adanya data, kita dapat menarik kesimpulan berdasarkan kejadian ataupun hasil sebelumnya.

Komunikasi (Communications)
Dalam operasional sehari-hari, perusahaan pasti akan mengalami perubahan baik perubahan dalam strategi, kebijakan, jadwal maupun metode pelaksanaan. Perubahan tersebut perlu dikomunikasikan dengan baik kepada semua karyawan yang bersangkutan. Komunikasi yang baik juga akan menimbulkan motivasi dan semangat kerja dalam mencapai tujuan perusahaannya.

Referensi
- Ilmu Manajemen Industri. (2015) Definisi Total Quality Management. Diakses dari: http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-total-quality-management-tqm/. [Diakses pada: 21 April 2016]
Read More

Kamis, 24 Maret 2016

Manajemen Layanan Sistem Informasi

1 komentar :

Bila diartikan secara perkata Manajemen Layanan Sistem Informasi adalah sebagai berikut: 

Manajemen adalah Suatu Proses dalam rangka mencapai tujuan dengan bekerja bersama melalui orang-orang dan sumber daya organisasi lainnya. 


Layanan adalah aktivitas atau hasil yang dapat ditawarkan oleh sebuah lembaga kepada pihak lain yang biasanya tidak kasat mata, dan hasilnya tidak dapat dimiliki oleh pihak lain tersebut. 


Dan Sistem Informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen pengambilan keputusan/kebijakan dan menjalankan operasional dari kombinasi orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang terorganisasi. Sistem informasi diartikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen. Sedangkan dalam arti luas, sistem informasi diartikan sebagia sistem informasi yang sering digunakan menurut kepada interaksi antara orang, proses, algoritmik, data dan teknologi. 


Manajemen Layanan Sistem Informasi merupakan suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan.


Manajemen Layanan Sistem Informasi dapat membantu penyedia lyanan untuk memberikan dan mengelola layanan ini. Dalam hal ini, ITSM dapat dianggap atau dianalogikan sebagai perencanaan sumber daya perusahaan/Enterprise Resource Planning(ERP) untuk IT – meskipun akar sejarah dalam operasi TI membatasi penerapannya di seluruh kegiatan besar TI lainnya, seperti IT manajemen portofolio dan rekayasa perangkat lunak.

Framework / Kerangka Kerjanya
Kerangka kerja (bahasa Inggris: framework) adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk memecahkan atau menangani suatu masalah kompleks. Istilah ini sering digunakan antara lain dalam bidang perangkat lunak untuk menggambarkan suatu desain sistem perangkat lunak yang dapat digunakan kembali, serta dalam bidangmanajemen untuk menggambarkan suatu konsep yang memungkinkan penanganan berbagai jenis atau entitas bisnis secara homogen.

Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management ( TQM ), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya. Six sigmajuga disebut sistem komprehensive - maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat - untuk mencapai dan mendukung kesuksesan bisnis. Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal,yaitu DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control )dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto(Pareto Chart) dan Histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah.

Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan Manajemen Layanan Sistem Informasi di antaranya adalah:


- Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
- Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
- Software Maintenance Maturity Model
- PRM-IT IBM's Process Reference Model for IT
- Application Services Library (ASL)
- Business Information Services Library (BISL)
- Microsoft Operations Framework (MOF)
- eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management. 

Referensi
- Wikipedia. (2015) Definisi Manajemen Layanan Sistem Informasi. Diakses dari: https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM. [Diakses pada: 21 Maret 2016]
- Adarateam. (2015) Tentang Framework. Diakses dari: http://www.adarateam.com/detailpost/tentang-framework. [Diakses pada: 21 Maret 2016]


Read More